Kayu Manis; Tanaman Herbal Kaya Antioksidan

Posted by Yadi Kusmayadi Selasa, 15 April 2014 1 comments

kayu manis Orang tentu tak asing dengan tanaman herbal satu ini. Terkenal akan aroma khas yang harum dan tajam membuat kayu manis banyak digunakan sebagai bumbu tambahan dalam berbagai jenis masakan maupun minuman. Kayu manis adalah tanaman berupa pohon dengan tinggi kurang lebih 15 meter. Kayu manis memiliki batang berupa kayu dan bercabang. Bentuk daunnya lanset dan tergolong daun tunggal. Warna daun yang masih muda yaitu merah pucat, sedangkan yan sudah tua berwarna hijau. Bunganya berbentuk malai dan berwarna kuning. Buah kayu manis berupa buah buni. Ketika masih muda, buahnya berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam.

Tanaman herbal satu ini memiliki nama latin Cinnamomum burmanil BI. Kayu manis masih termasuk dalam keluarga Lauraceae. Di Indonesia, kayu manis memiliki sebutan yang beragam. Di Jawa, orang menyebutnya manis jangan; Di Madura, kayu manis disebut kenyengar; Di Sunda, kayu manis mendapat sebutan huru mentek, ki amis; Di Toba, orang menyebutnya madang siak-siak; Di Minangkabau, kayu manis dikenal dengan nama kulik manih; dan masih banyak lainnya. Umumnya, kayu manis yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah bagian kulit kayunya. Kulit dari tanaman herbal ini terkenal dengan ciri aroma khas yang tajam, pedas, dan manis. Kayu manis sering digunakan sebagai bahan minuman.

 

Tanaman Herbal yang Ampuh Basmi Penyakit

Kayu manis memiliki kandungan senyawa aktif yang baik bagi tubuh, di antaranya sinamaldehida, dammar, safrole, tanin, tri terpenoid, kalsium oksalat, saponin, dan minyak atsiri. Beragam kandungan senyawa aktif tersebut mampu memberikan banyak khasiat dan manfaat luar biasa. Khasiat ampuh tanaman herbal ini tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari penyakit asam urat, maag, sakit kepala, kurang nafsu makan, diare, perut kembung, hernia, muntah-muntah, susah buang air besar, asma, tekanan darah tinggi, hingga diabetes mellitus bisa dibasminya. Bahkan, menurut hasil studi yang dilakukan oleh Rismunandan dan Paimin yang dikutip dari berjudul The Miracle of Herbs menyebutkan bahwa bagian daun, akar, serta kulit batang kayu manis bisa dimanfaatkan sebagai obat anti rematik dan lainnya.

Kemudian, kandungan minyak atsiri pada kayu manis berkhasiat sebagai agen anti mikroba dan antijamur. Berdasarkan penelitian Damayanti pada tahun 2004 menyebutkan bahwa minyak atsiri pada kulit kayu manis dapat mencegah pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus, Salmonella typhimurium, serta Escherichia coli. Kayu manis termasuk tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan orang. Kayu manis merupakan jenis tanaman berkhasiat bagi kesehatan tubuh manusia. Kandungan antioksidannya mampu menangkal radikal bebas dari luar tubuh sehingga melindungi tubuh dari serangan penyakit degeneratif. Contohnya penyakit jantung, diabetes, hingga kanker. Nah, begitu besar manfaat kayu manis bagi kesehatan.

Description: Tanaman herbal kayu manis yang kaya antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, kandungan senyawa aktifnya banyak. Beragam penyakit mampu dibasminya.


Baca Selengkapnya ....

Jahe-Tanaman Herbal Penopang Keharmonisan Rumah Tangga

Posted by Yadi Kusmayadi Kamis, 10 April 2014 0 comments

jahe

Bagi orang yang suka begadang, tentu akrab dengan tanaman herbal yang satu ini. Ya, dialah si penghangat tubuh alias jahe. Bahkan, jahe termasuk jenis rimpang yang dekat dalam kehidupan sehari-hari. Jahe hampir selalu digunakan dalam masakan lokal Indonesia. Selain itu, rimpang satu ini termasuk jenis tanaman yang dimanfaatkan dalam campuran minuman maupun obat tradisional. Tanaman ini memiliki nama Latin Zingiber officinale. Jahe mempunyai rasa agak tajam. Sensasi pedas juga terasa kuat di dalam perut. Kehangatan yang ditimbulkan dari jahe menjadi primadona di kalangan masyarakat. Nama lokal jahe pun berbeda di Indonesia.

Di Indonesia, tanaman herbal jenis rimpang ini mendapat sebutan yang berbeda, antara lain jahe (Lampung); melito (Gorontalo); jahe (Jawa); lali (Irian Jaya); goraka (Ternate); gora (Tidore); dan jhai (Madura). Jahe adalah tanaman dengan batang semu berwarna hijau. Tingginya mencapai 40 – 50 cm. Daun tanaman jenis rimpang ini berbentuk lansit dan berwarna hijau dengan ujung runcing dan rata pada bagian tepinya. Bunga jahe berbentuk corong dan berwarna ungu. Buah jahe berwarna cokelat dengan bentuk bulat panjang. Selain itu, akar jahe membentuk rimpang agak tebal dan membungkus daging umbi yang berserat. Rimpang jahe bertekstur kasar. Tanaman herbalsatu ini memiliki ukuran rimpang yang berbeda-beda.

 

Jahe-Tanaman Herbal yang juga Berkhasiat Penurun Panas

Secara umum, tanaman jenis rimpang ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu jahe emprit, jahe merah, dan jahe gajah. Jahe emprit merupakan jahe yang ukurannya lebih kecil dibanding jahe gajah. Kandungan senyawa aktif tanaman herbal satu ini sangat banyak, di antaranya zingiberal, kamfena, lemonin, zingiberena, resin pahit, minyak atsiri, bisabolena, kurkumin, dan lainnya. Di samping itu, jahe juga mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid, serta asam organik. Banyak khasiat yang terkandung dalam tanaman jahe. Jahe diyakini memiliki aktivitas pereda rasa nyeri, peningkat imunitas tubuh, serta penurun panas. Oleh sebab itu, jahe sangat cocok jika digunakan untuk anak yang mengalami panas.

Di samping itu, kandungan Alpha-linoleic-acid dalam jahe mempunyai sifat anti perdarahan di luar menstruasi, merangsang produksi getah bening, serta merangsang kekebalan tubuh. Rimpang satu ini juga menjadi perangsang hormon androgen dan mencegah hiper-lipoprotein yang disebabkan adanya kandungan betha sitosterol di dalamnya. Tanaman herbal ini cocok untuk kaum pria. Sebab, jahe mampu mempertahankan daya tahan sperma serta mencegah kemandulan yang dikarenakan adanya kandungan argininenya. Jahe juga berkhasiat untuk membantu melancarkan ASI, mengobati sakit kepala, sebagai obat rematik, mengobati mulas, dan lainnya. Hampir semua bagian jahe bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal. Mulai dari rimpang, kulit, hingga buahnya. Bahkan, bisa digunakan penambah aroma pada makanan.

Description: Tanaman herba jahe merupakan jenis rimpang yang banyak dimanfaatkan banyak orang. Khasiat tanaman rimpang ini tidak perlu diragukan lagi. Banyak penyakit yang mampu dibasminya.


Baca Selengkapnya ....

Tanaman Herbal; Tak Sekedar Pilihan

Posted by Yadi Kusmayadi Sabtu, 05 April 2014 0 comments
Perkembangan dunia medis semakin mengalami kemajuan. Pengobatan modern kian marak bermunculan. Namun demikian, keberadaan tanaman herbal sebagai salah satu obat berbagai penyakit tidak kehilangan tempat. Sebab, dibanding dengan pengobatan modern yang mayoritas menggunakan bahan-bahan kimiawi berefek samping, pengobatan dengan tanaman herbal lebih minim efek samping. Hal itu tidak lepas dari bahan-bahan pengobatan tradisional berasal dari tanaman-tanaman herba yang mempunyai keidentikan unsur yang sama dengan kebutuhan tubuh. Asupan zat alami ini sudah tentu bisa diterima secara maksimal di dalam tubuh. Selain itu, manfaat utama dari obat-obatan herbal lebih pada fungsinya untuk menjaga keseimbangan sistem metabolisme tubuh secara keseluruhan. 

Metode pengobatan menggunakan tanaman herbal lebih mengedepankan pada sistem metabolisme tubuh manusia. Gangguan yang terjadi tidak semata-mata diperbaiki secara parsial. Sifat dari tanaman herbal yang alami memudahkan tubuh memperbaiki diri tanpa meninggalkan limbah. Kandungan zat antioksidan serta berbagai mineral penting pada tanaman herbal dapat menstabilkan kembali metabolisme tubuh yang mengalami gangguan. Banyak contoh kasus penyakit yang mampu dibasmi dengan pengobatan herbal dan lebih aman efek sampingnya ketimbang obat-obatan kimia. Bahan-bahan kimia umumnya hanya “menidurkan” virus sehingga ia hanya pasif berada di dalam tubuh manusia. Sebagai salah satu contoh kelebihan tanaman herbal yaitu hasil penelitian mengenai kandungan asam laktat yang terdapat pada minyak kelapa murni.
 

Bagaimana Mengoptimalkan Khasiat Tanaman Herbal?

Pada umumnya tanaman herbal atau tanaman obat yang berada di pasaran telah dikemas dalam berbagai bentuk, ada yang kering dan ada pula yang basah atau cair. Herbal kering sendiri ada yang dibuat irisan halus, serbuk maupun yang telah dikemas dalam bentuk kapsul. Tanaman herbal berbentuk obat sering kali lebih mudah dikonsumsi sebagai obat. Selain itu, pengeringan tanaman herbal merupakan cara paling efektif untuk mengawetkan obat sehingga bisa bertahan lama jika disimpan secara benar. Sekalipun minim efek samping, mengonsumsi tanaman herbal tidak boleh berlebihan atau tanpa aturan yang jelas. Ada takaran dan proses pengolahan tertentu untuk masing-masing tanaman obat yang dibuat sebagai obat herbal. 

Dengan begitu, fungsi dan tujuannya sebagai salah satu alternatif obat bisa maksimal. Di samping itu, kandungan dan sifat masing-masing tanaman obat juga harus diperhatikan dengan baik. Dengan demikian, bisa sesuai antara kebutuhan dengan kondisi tubuh orang yang mengkonsumsinya. Pengolahan tanaman herbal dilakukan secara tradisional harus memperhatikan bahan dan peralatan yang digunakan. Pengolahan tidak hanya menitikberatkan pada faktor kebersihan. Pengetahuan dasar mengenai sifat-sifat tanaman obat harus diketahui sebelum mengolahnya. Ada beberapa jenis tanaman obat yang tidak perlu dibersihkan dengan air dan ada pula jenis tanaman obat yang harus dibersihkan dengan menambahkan zat tertentu. 

Description: Tanaman herbal tidak hanya sebagai obat alternatif. Tanaman ini lebih aman dan minim efek samping sehingga aman untuk dikonsumsi. Tetapi harus diperhatikan cara pengolahan dan pengonsumsian.





Baca Selengkapnya ....

Adas; Tanaman Herbal Pereda Batuk dan Perut Kembung

Posted by Yadi Kusmayadi Minggu, 30 Maret 2014 0 comments
adas
Siapa yang tak kenal dengan tanaman herbal satu ini? Ya, dialah Adas. Tanaman jenis terna asal Eropa Selatan ini tingginya sekitar 50 – 200 cm. Adas termasuk tanaman terna yang memiliki umur panjang. Ia tumbuh merumpun dan mempunyai batang yang lunak. Batangnya berwarna hijau kebiruan, beralur, beruas, berlubang, serta ketika dimemarkan menimbulkan bau wangi. Di samping memiliki karakter batang yang unik, adas juga mempunyai bentuk daun, bunga, dan buah yang unik pula. Bentuk daunnya seperti jarum yang ujung dan pangkalnya rata dan meruncing. Di samping itu, daunnya juga mempunyai seludang berwarna putih nan cantik.
Tanaman herbal yang satu ini memiliki nama LatinFoeniculum vulgare Mill. Di Indonesia, adas memiliki sebutan yang beragam, seperti das pedas (Aceh); paapang, paampas (Manado); popoas Alfuru); adas (Bali); adas, adas landi, adas londa (Jawa); dan lainnya. Sebagai salah satu jenis tanaman berkhasiat, adas memiliki kandungan senyawa aktif yang melimpah. Senyawa aktif yang dikandung oleh tanaman terna ini di antaranya anetol sekitar 50 – 60 %; minyak atsiri atau Oleum foeniculi sejumlah 1 – 6 %; fenkon pinen sebanyak 20 %; anisaldehd; minyak lemak sebanyak 12 %; dan lainnya. Adas termasuk tanaman herbal yang ampuh mengobati berbagai penyakit, baik penyakit ringan maupun berat.
 

Si Terna Hijau; Tanaman Herbal Penjagal Ragam Penyakit

Tanaman herbal yang satu ini dipercaya berkhasiat bagi kesehatan. hal itu terbukti adanya penelitian yang menyebutkan bahwa adas banyak digunakan sebagai obat tradisional. Hal itu senada dengan tulisan dr. Prapti Utami dan Desty Ervina Puspaningtyas dalam bukunya berjudul The Miracle of Herbs. Bahkan di Cina, adas dimanfaatkan sebagai obat antitusif yaitu sebagai mengatasi refleks batuk. Keampuhan adas sebagai tanaman herbal berkhasiat tidak perlu diragukan lagi. Banyak jenis penyakit yang mampu dibasmi olehnya. Mulai dari penyakit ringan seperti mulas atau sakit perut, mual, perut kembung, muntah, diare, batuk, flu, sesak napas, dan lain sebagainya. 

Selain itu, kandungan minyak atsiri pada adas mampu menjaga kadar gula darah dalam tubuh manusia. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa tanaman adas mempunyai beberapa efek farmakologis, salah satunya karena memiliki kandungan minyak atsiri. Minyak atsiri dari tanaman herbal satu ini mampu menurunkan kadar gula darah secara optimal untuk penderita diabetes. Manfaat lain adalah tanaman adas memiliki zat antioksidan yang menimbulkan efek anti-inflamasi, terutama untuk mencegah terjadinya oksidasi superoksida dalam tubuh. Kandungan anisaldehida pada tanaman adas juga diyakini mampu mengobati penyakit TBC. Tak hanya sebagai tanaman obat, adas juga dapat dimanfaatkan sebagai penyedap rasa pada makanan dan juga pewangi. Karena, adas memiliki kandungan zat korigensia. Hebat bukan? 

Description: Tanaman herbal berkhasiat luar biasa adalah adas. Tanaman ini mengandung banyak senyawa aktif yang baik bagi kesehatan. Beragam penyakit mampu dibasminya.






Baca Selengkapnya ....
Bamz | Copyright of Informasi tentang tanaman herbal untuk pengobatan.
DechaCare.com, Situs Pelayanan Kesehatan
Informasi Obat, Informasi Kesehatan, Forum Kesehatan, Kalender Kesehatan, Humor Kesehatan, Situs Pelayanan Kesehatan

DMCA.com Protection